Home » » Bunyi: Cepat Rambat Bunyi

Bunyi: Cepat Rambat Bunyi

(Fisikanesia). Materi kita kali adalah tentang Bunyi: Cepat Rambat Bunyi. Pernahkah anda memperhatikan cahaya kilat petir dan gemuruh bunyi petir? Jika kita perhatikan dari jarak yang cukup jauh, kita akan mendengar bunyi petir setelah beberapa saat terlihat cahaya kilat petir. Hal ini menunjukkan bahwa bunyi merambat memerlukan waktu atau dengan kecepatan tertentu. Ketika kilat terjadi, timbul bunyi yang sangat keras. Getaran yang menimbulkan bunyi tersebut menggetarkan udara di sekitamya. Akibatnya, terjadilah gelombang di udara.

Gelombang tersebut adalah gelombang longitudinal. Jika gelombang tersebut masuk ke telinga, kita akan mendengar bunyi. Jadi, bunyi merupakan gelombang yang merambat di udara dalam bentuk gelombang longitudinal. Ingat, udara yang dilalui bunyi tidak ikut merambat bersama bunyi (energi bunyi). Ia hanya bergetar membentuk rapatan dan renggangan. Kecepatan bergetar udara tidak sama dengan cepat rambat bunyi. Gelombang longitudinal termasuk gelombang mekanik. Oleh karena itu, dalam perambatannya memerlukan medium (zat perantara). Tanpa medium bunyi tidak dapat merambat. Jika suatu bunyi tidak dapat merambat, bunyi tersebut tidak dapat didengar. Itulah sebabnya di bulan atau ruang angkasa tidak ada bunyi. Hal ini akibat dari tidak adanya atmosfer di bulan atau ruang angkasa (ruang hampa udara). Selain itu, suatu bunyi juga tidak dapat didengar jika bunyi tersebut tidak masuk ke telinga.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa syarat terjadinya bunyi ada tiga macam, yaitu ada sumber bunyi, medium, dan pendengar (penerima). Dari contoh peristiwa bunyi petir di atas dapat kita ketahui bahwa bunyi memerlukan waktu tertentu dalam menempuh suatu jarak. Jika jarak yang ditempuh bunyi s dan waktu yang diperlukan t, cepat rambat bunyi v dapat dirumuskan:

v = s / t
dengan,
  • v = cepat rambat bunyi (m/s),  
  • s = jarak tempuh bunyi (m), dan 
  • t = waktu. yang diperlukan (s)
Telah kita ketahui bersama bahwa bunyi merambat memerlukan medium. Medium apa sajakah yang dapat dilalui bunyi? Setiap hari, kita selalu bercakap-cakap. Ketika hujan, kita sering mendengar petir. Hal ini menunjukkan bahwa bunyi dapat merambat melalui udara. Akan tetapi, pada jarak yang cukup jauh kita tidak dapat mendengar pembicaraan orang atau kicauan burung. Mengapa hal ini dapat terjadi? Selain itu, kita juga sering melihat orang sedang bertelepon. Hal ini menunjukkan bahwa bunyi juga dapat merambat melalui kawat telepon, meskipun dalam bentuk lain. Bahkan, cepat rambatnya jauh lebih besar daripada melalui udara. Itulah sebabnya, kita dapat bercakap-cakap dengan orang yang berada di tempat yang sangat jauh.

Dari kenyataan seperti di atas dapat disimpulkan bahwa bunyi dapat merambat melalui suatu medium dengan kecepatan tertentu. Cepat rambat bunyi akan berubah jika melalui medium yang berbeda. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cepat rambat bunyi bergantung pada medium yang dilaluinya. Khusus dalam medium udara, bunyi mempunyai dua sifat khas. Cepat rambat bunyi tidak bergantung pada tekanan udara. Artinya, jika terjadi perubahan tekanan udara, cepat rambat bunyi tidak berubah. Cepat rambat bunyi bergantung pada suhu. Makin tinggi suhu udara, makin besar cepat rambat bunyi. Pada tempat yang tinggi, cepat rambat bunyi lebih rendah. Hal itu karena suhu udara di tempat itu lebih rendah, bukan karena tekanan.

Sekian materi tentang Bunyi: Cepat Rambat Bunyi, semoga bermanfaat.

0 comments:

Poskan Komentar

Artikel Terbaru:

Arsip