Home » » Bunyi: Frekuensi Bunyi

Bunyi: Frekuensi Bunyi

(Fisikanesia). Bunyi adalah gelombang merambat dalam bentuk gelombang longitudinal. Setiap gelombang selalu mempunyai panjang gelombang, frekuensi atau period, dan amplitud gelombang. Dengan demikian, bunyi juga mempunyai besaran-besaran tersebut. Besaran-besaran itulah yang menentukan jenis bunyi. Jika kita memukul bedug atau gendang, kita akan mendengar bunyi bedug. Semakin kuat kita memukul, semakin keras bunyi yang kita dengar. Saat kita memukul bedug lebih keras, getaran yang terjadi juga lebih kuat. Artinya, amplitud getaran yang terjadi lebih besar.

Hal ini menunjukkan bahwa kuat lemahnya bunyi ditentukan oleh amplitudnya. Jika senar gitar kita kencangkan (tegangkan), bunyi yang dihasilkan terdengar lebih nyaring. Jika kita perhatikan dengan saksama, kecepatan bergetar senar yang kencang lebih besar daripada kecepatan bergetar senar yang kendor. Hal ini menunjukkan bahwa nyaring tidaknya bunyi ditentukan oleh frekuensinya (kecepatan bergetar). Orang yang pertama kali meneliti hubungan antara frekuensi nada dan frekuensi senar adalah Mersenne (fisikawan Prancis). Alat yang digunakan yaitu sonometer. Hukum Marsenne berbunyi:

Frekuensi dawai yang bergetar bergantung pada beberapa faktor:
  • panjang dawai: makin pendek dawai, makin tinggi frekuensi yang dihasilkan; 
  • tegangan dawai: makin tegang dawai, makin tinggi frekuensi yang dihasilkan; 
  • massa jenis bahan dawai: makin besar massa jenisnya, frekuensi yang dihasilkan makin rendah; penampang dawai: makin besar luas penampang dawai, frekuensi yang dihasilkan makin rendah. 
Pada seruling, makin pendek kolom udara, makin tinggi frekuensi yang dihasilkan. Panjang kolom udara pada seruling diatur dengan cara menutup lubang-Iubang udara dengan jari.

Sekian materi tentang Bunyi: Frekuensi Bunyi, semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Terbaru:

Arsip