Home » » Kalor: Pengertian Kalor Jenis

Kalor: Pengertian Kalor Jenis

Apa itu kalor jenis? Jawaban pertanyaan inilah yang akan kita bahas dalam tulisan ini. Tidak semua materi mempunyai kemampuan yang sama dalam menyerap kalor. Mengapa? Hal ini terjadi karena setiap zat mempunyai kalor jenis yang berbeda. Bandingkan air, besi, dan raksa! Jika air, besi, dan raksa mempunyai massa dan suhu awal yang sama, kemudian diberi kalor hingga mengalami kenaikan suhu yang sama juga, setiap zat akan menyerap jumlah kalor yang berbeda, bergantung pada jenis zat.

Untuk setiap kenaikan suhu air 10C dari air bermassa 1 gram diperlukan kalor sebesar 1 kalor jenis air adalah 1 kal/(g0C). Sebenarnya, satuan kalor disesuaikan dengan sifat air. Dapat dikatakan satuan kalori ditetapkan oleh sifat air, jumlah kalor yang diperlukan 1 gram air untuk naik 10C. Untuk setiap kenaikan suhu besi 10C diperlukan kalor sebesar 0,11 kalori karena kalor jenisnya 0,11 kal/(g0C). Untuk setiap kenaikan suhu raksa 10C diperlukan kalor sebesar 0,033 kalori karena kalor jenisnya adalah 0,033 kal/(g0C).

Dengan demikian kalor jenis menggambar kemampuan suatu zat untuk menyerap kalor. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kalor jenis adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu setiap 1 kilogram zat dan setiap 10C. Zat yang memiliki kalor jenis terbesar tentunya akan membutuhkan kalor yang lebih banyak untuk menaikkan suhunya.

Air banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari karena memiliki kalor jenis yang besar. Sebagai contoh, pada siang hari kita akan merasa segar jika minum air dingin. Hal ini disebabkan kalor jenis air lebih besar daripada kalor jenis udara. Air tidak mudah naik suhunya walaupun suhu udara cukup tinggi. Selain itu, air dapat pula digunakan sebagai pendingin mesin mobil karena kenaikan suhu air lebih lambat dibandingkan suhu mesil mobil. Hal ini disebabkan kalor jenis air lebih kecil daripada kalor jenis logam penyusun mesin mobil.

Sekian tulisan tentang Kalor: Pengertian Kalor Jenis, semoga bermanfaat.





1 komentar:

Artikel Terbaru:

Arsip